Home » » Menanam Buah Jambu Air

Menanam Buah Jambu Air

Written By ahmad tirtayasa on Thursday, December 18, 2014 | 11:58 PM





Buah jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia, tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan rumah untuk konsumsi keluarga. Buah Jambu air tidak hanya sekedar manis tetapi juga menyegarkan, namun memiliki keragaman dalam penampilan


Jambu air dengan nama latin Eugenia aquea Burm dapat dikategorikan sebagai salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak dibudidayakan buat tujuan komersial. Sifatnya yang mudah busuk menjadi masalah penting yang perlu dipecahkan. Buahnya dapat dikatakan tidak berkulit, maka rusak sedikit saja pada permukaan buah akan mempercepat pembusukan buah.

Ada 2 jenis jambu air yang banyak ditanam, tetapi keduanya lebih banyak persamaannya. Ke 2  jenis tersebut adalah :

  1. Syzygium quaeum atau jambu air kecil dan 
  2. Syzygium samarangense(jambu air besar). 

Macam jambu air besar yaitu : jambu Semarang, jambu Madura, jambu Lilin (super manis), jambu Apel dan Cincalo (merah dan hijau atau putih) dan Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: jambu Camplong (Bangkalan), Kancing, Mawar (jambu Keraton), Sukaluyu, Baron, Kaget, Rujak, Neem, Lonceng(super lebat), dan Manalagi (tanpa biji). Sedangkan varietas yang paling komersil ialah Cincalo dan Semarang, yang masing-masingnya terdiri dari 2 macam (merah dan putih).

Pada umumnya jambu air dimakan segar, tetapi dapat juga dibuat puree, sirop, jeli, jam atau berbentuk awetan lainnya. Selain sebagai “buah meja” jambu air juga sudah menjadi santapan canggih dengan dibuat salada dan fruit coctail.

Kandungan kimia yang penting dari sebuah jambu air adalah gula dan vitamin C.

Melihat manfaat dan mudahnya tumbuh dialam Indonesia tiada salahnya buah ini menjadi pilihan anda sebagai tanaman buah peneduh rumah anda, untuk melihat bagaimana menanamnya, berikut kita ulas satu persatu
Syarat tumbuh tanaman buah jambu, ber iklim :

  1. Angin sepanjang waktu, angin sangat berperan dalam pembudidayaan jambu air. Angin berfungsi dalam membantu penyerbukan pada bunga.
  2. Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yang curah hujannya rendah atau kering sekitar 500–3.000 mm per tahun dan musim kemarau lebih dari 4 bulan, dengan kondisi tersebut, maka jambu air akan tumbuh dengan kualitas buah yang baik dengan rasa lebih manis.
  3. Pencahayaan matahari berpengaruh terhadap kualitas buah yang akan dihasilkan. intensitas cahaya matahari yang ideal dalam pertumbuhan jambu air ialah 40–80 %.
  4. Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air ialah 18-28 derajat C, kelembaban udara antara 50-80 %.

Kalau semua sudah bisa dikondisikan lalu bagaimana menanamnya, berikut tehnik cara menanam pohon buah jambu air.
Media Tanam, tanah yang cocok bagi tanaman buah jambu air adalah tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik.
Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok sebagai media tanam jambu air adalah5,5–7,5.

Kedalaman kandungan air yang ideal buat tempat budidaya buah jambu air adalah 0 - 50 cm; 50-150 cm dan 150-200 cm. Tanaman jambu air sangat baik tumbuh pada tanah datar.

Ketinggian Tempat, tanaman jambu air mempunyai daya adaptasi yang cukup besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yang mencapai 1.000 m dari permukaan laut

Kemudian Persyaratan Benih atau Bibit, biji berasal dari jenis yang unggul, telah berumur lebih dari 15 tahun, produktif dan produksinya stabil. Biji berasal dari buah masak pohon, yang besarnya normal dan mulus. Biji dikeringnkan selama 1-3 hari di tempat yang teduh. Biji-biji yang memenuhi syarat ialah berukuran besar, ukuran seragam, bernas dan tidak cacat, dianjurkan dalam meggunakan bibit buah jambu air hasil cangkokan atau okulasi, selain lebih mudah dilakukan, cara ini lebih cepat menghasilkan buah

Persiapan Benih, tidak dari biji
a. Bibit Enten (Grafting), model sambungan terbaik ialah sambungan celah. Batang bawah
berasal dari bibit hasil pembenihan dengan biji yang berumur 10 tahun, sedang pucuk berasal dari pohon induk unggul. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan

b. Bibit Cangkok, Cabang yang akan dibuat cangkok berada pada tanaman yang produktif dan unggul, cabang yang dipilih tidak telalu tua atau muda, warnanya hijau keabu-abuan atau kecoklat-coklatan dengan diameter sedikitnya 1.5 cm. Setelah 2 - 2.5 bulan cangkokan sudah berakar, bibit segera dipotong dan ditanam dipolibag dengan media campuran : pupuk kandang 1 : 1. Bibit dipelihara selama 1 bulan sebelum dipindah ke tanah halaman rumah,

Teknik Penanaman, selanjutnya penanaman buah jambu air dapat dilakukan di pot atau di halaman rumah, kalau yang digunakan adalah bibit cangkokan maka penanaman batang lebih dalam agar pohon dapat tumbuh dengan  kuat.

Pembuatan Lubang Tanam, lubang tanam sebaiknya dibuat pada akhir musim kemarau atau menjelang musim penghujan, agar pada saat mendekati musim hujan, tanaman sudah dapat berdiri. Dengan demikian tanaman baru (pada musim hujan) tak perlu disiram 2 kali sehari.

Penyiapan lubang tanaman terdiri dari:
a) Mula-mula tanah digali di tempat yang sudah ditentukan;
b) Ukuran lubang panjang x lebar x dalam = 60 x 60 x 60 cm.
c) Cara Penanaman, bibit buah jambu air ditanam ke dalam lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. Perlu diperhatikan kedalaman penanaman dan waktu penanaman sebaiknya dilakukan persis pada awal musim hujan dan pada sore hari.


Pemeliharaan pembibitan dan penyemaian
Pemeliharaan pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, terutama jika kemarau.
b) Penyiangan dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma.
c) Pemupukan setiap 3 bulan dengan urea, SP-36 dan KCl (2:1) sebanyak 50-100gram per meter atau 4 gram per polibag.
d) Penyemprotan pestisida dengan konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran.
e) Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan kebun.


Pengairan dan Penyiraman, tanaman buah jambu air yang hidup pada tanah dengan kedalaman air tanah 150-200cm, pada musim kemarau memerlukan penyiraman, supaya tanah tetap lembab. Pada saat masih muda, selama 2 minggu pertama tanaman muda perlu diairi 1-2 kali sehari. Jika telah cukup besar dan akarnya dalam, tanaman disirami 10-12 kali sebulan.

Pemangkasan dilakukan bertujuan supaya membentuk pohon, pemeliharaan dan peremajaan bentuk pohon ini dilakukan setelah pohon mencapai ketinggian 2 meter, dan bagian yang dipangkas ialah cabang tunas. Untuk pemeliharaan dilakukan setiap saat terkecuali ketika tanaman sedang berbunga, bagian yang dipangkas ialah dahan-dahan yang tua, yang mati kering, luka serta tidak sempurna.

Ciri dan Umur Panen, tanaman jambu air dapat berbuah setelah umur 3-4 tahun, berbunga sebanyak 2 kali setahun (Juli dan September) dan buahnya matang pada bulan Agustus dan
Nopember. Ciri buah yang dapat dipanen dilihat dari tingkat kematangan berdasarkan warna kulit buah, yaitu hijau muda, hijau tua, hijau sedikit merah hijau merah dan merah hijau. Keadaan fisik buah juga menjadi kriteria dalam panen, yaitu makin terlihat matang buah yang nampak, maka semakin merah warna kulitnya dan makin besar pula ukuran fisiknya.
Cara memanen buah jambu air adalah dipetik dari tangkaianya dengan hati hati jangan sampai rusak, apalagi terjatuh. Periode masa berbuah jambu air dapat lebih dari 1 kali dalam setahun, tergantung pada keadaan lingkungannya.

Demikianlah, semoga dapat bermanfaat selamat berkebun dihalaman rumah anda sendiri

1 comments:

  1. The King Casino Company - Ventureberg
    It goyangfc was born in 1934. The poormansguidetocasinogambling Company offers luxury hotels, ventureberg.com/ If you don't have a poker room in your house, then you'll https://febcasino.com/review/merit-casino/ find a poker room 바카라 사이트 in the

    ReplyDelete

Powered by Blogger.